• KAI Purwokerto Antisipasi Aksi Pencurian Bagasi Penumpang

    0

    Purwokerto, jurnalsumatra.com – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto, Jawa Tengah, berupaya mengantisipasi aksi pencurian isi bagasi penumpang kereta api meskipun sulit terjadi, kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Surono.
    “Bagasi di kereta tentunya beda dengan bagasi di pesawat. Kalau di pesawat, sampai ‘boarding’ terus barangnya jalan sendiri sedangkan di kereta dibawa sendiri oleh penumpang,” katanya di Purwokerto, Kamis.
    Ia mengatakan jika barang bawaan tersebut dibawakan oleh portir, penumpang selaku pemilik bagasi itu tetap akan mendampingi hingga masuk ke kereta sehingga kemungkinan terjadi aksi pencurian sangat kecil.
    Sementara untuk barang-barang kiriman antaran yang menggunakan ekspedisi, kata dia, bukan termasuk bagasi dan sudah menjadi tanggung jawab pihak ekspeditor.
    Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pihaknya tetap berupaya mengantisipasi terjadinya aksi pencurian isi bagasi.
    “Salah satunya melalui pembinaan langsung meskipun portir itu secara legal bukan termasuk ‘orang-orang’ (pegawai, red.) PT KAI, mereka itu orang luar, kami tetap melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap mereka secara rutin,” katanya.
    Selain itu, kata dia, di beberapa sudut stasiun juga telah dilengkapi kamera pengintai (closed circuit television/CCTV) guna mengawasi berbagai aktivitas.
    Disinggung mengenai kemungkinan terjadinya aksi pencopetan di peron stasiun maupun dalam kereta seperti yang dikeluhkan sejumlah penumpang di beberapa stasiun luar wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono mengatakan bahwa hal itu harus dipastikan lebih dulu apakah aksi pencopetan itu benar-benar terjadi di dalam peron maupun kereta ataukah di luar.
    “Alhamdulillah kalau di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto belum pernah terjadi. Kalau memang ada yang berbuat macam-macam seperti mencopet atau mengambil barang milik penumpang, kami akan langsung mengeluarkannya,” katanya.
    Menurut dia, pihaknya akan terus berupaya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penumpang kereta api sehingga portir-portir di stasiun harus mengutamakan kejujuran dan tidak boleh berbuat macam-macam karena sanksinya sangat berat.
    Saat ditanya mengenai kemungkinan pemasangan kamera pengintai di dalam kereta, dia mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada rencana pemasangan CCTV di dalam kereta.
    “Belum ada rencana pemasangan CCTV dalam kereta karena sudah ada petugas pengawalan di situ (dalam kereta, red.), ada polsus (polisi khusus). Satu KA ada dua polsus yang mengawal dan mereka akan ‘mobile’ sepanjang perjalanan, dari depan ke belakang, bolak-balik,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com