• Jusuf Kalla Puji Kinerja Jero Sebagai Menbudpar

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Wakil Presiden Jusuf memuji kinerja Jero Wacik sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata 2004-2011 karena dinilai dapat meningkatkan jumlah turis yang datang ke Indonesia.
    “Saya pada 2004-2009 selaku Wapres dan pada waktu itu terdakwa adalah Menbudpar yang bekerja dengan baik. Kita mengalami masalah pariwisata 2003-2005 tapi karena kerja keras saudara Jero, pariwisata dapat meningkat dalam waktu 5-6 tahun sampai 50 persen. Tersangka sebagai menteri berhasil meningkatkan kinerjanya dan saya memberikan apresiasi hal-hal itu,” kata Jusuf Kalla dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis.
    Kalla menjadi saksi meringankan (a de charge) untuk terdakwa mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) dan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik yang diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait penggunaan DOM dan penerimaan hadiah dari pengusaha.
    “Sebagai menjadi Menbudpar selama 7 tahun dan Menteri ESDM selama 3 tahun Pak Jero punya banyak prestasi, yang pertama turis kita meningkat 5 juta orang dan pada akhir masa jabatan 7,5 juta orang, jadi naik 50 persen, dan Pak SBY juga menyampaikan itu dan saya sampaikan menteri yang diangkat di dua kali kabinet tentu ia punya prestasi yang baik,” tambah Kalla.
    Atas pujian itu, Jero balik memuji Kalla.
    “Selama menjadi menteri bapak dulu, saya terus terang belajar banyak dari kerja bapak dulu yaitu cepat membuat putusan. Tapi saya ingin bertanya, apa pernah saya datang ke pak Wapres selama 5 tahun di bawah bapak dengan mengatakan saya ada proyek mencari kekayaan untuk diri saya?” kata Jero.
    “Selama 5 tahun menjadi Mendubpar, saya tidak pernah mengetahui saudara Jero meminta persetujuan upaya bisnis bersifat pribadi dalam hal ini memang karena menteri pariwisata lebih banyak mempromosikan dan mendorong tumbuhnya pariwisata kita,” jawab Kalla.
    Jero pun mendukung pernyataan Kalla yang menyebutkan bahwa penggunaan DOM merupakan diskresi menteri.
    “Saya memang senang menjadi bawahan bapak, berdasarkan pemeriksaan BPK maupun Irjen juga tidak ada masalah, menteri yang mendapat kewenangan diskresi dan saya menjaga martabat itu. Tidak mungkin saya menggunakan DOM untuk semau-mau saya, tentu untuk kepentingan neara,” jelas Jero.
    Terkait DOM, Kalla pun memberikan pesan tertentu.
    “Karena DOM itu menyangkut beberapa menteri termasuk SDA (Suryadharma Ali) mudah-mudahan pengadilan bisa mempertimbangkan kesaksian saya kepada menteri lain yang kena masalah DOM,” ungkap Jero.
    Dalam perkara ini Jero didakwa melakukan tiga perbuatan yaitu pertama merugikan keuangan negara dari Dana Operasional Menteri (DOM) sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada periode 2008-2011 hingga Rp10,59 miliar yang Rp8,4 miliar di antaranya digunakan untuk keperluan pribadi dan keluarganya.
    Contoh-contoh penggunaan uang itu seperti pijat refleksi, potong rambut dan salon, transportasi panggil petugas medis dan laboratorium, transportasi dan pembelian makanan untuk keluarga di kantor, transportasi untuk mengambil makanan diet, makan malam untuk staf dan ajudan yang lembur, transportasi mengantar berkas ke kediaman yang ketinggalan, pembayaran kartu kredit ANZ, membeli peralatan persembahyangan/sesaji dan keperluan keluarga menteri.
    Perbuatan kedua adalah Jero menerima hadiah sebanyak Rp10,381 miliar sepanjang November 2011-Juli 2013 saat menjabat sebagai Menteri ESDM yang digunakan untuk berbagai keperluan dirinya.
    Ketiga, Jero didakwa menerima Rp349 juta dari Wakil Ketua Umum Bidang Energi dan Pertambangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Herman Arief Kusumo untuk perayaan ulang tahun ke-63. (anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com