• Gubernur Sulsel Apresiasi TNI Kuatkan Ketahanan Pangan

    0

    Makassar, jurnalsumatra.com – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi kepada TNl Kodam VII/Wirabuana yang mau membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan komoditas untuk menjaga stok ketahanan pangan Indonesia.
    “TNI sebagai penjaga kedaulatan bangsa juga bertekad membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Senin.
    Dia mengatakan, TNI sejak dulu telah berhasil dalam menjalankan empat sektor yang menjadi andalan bangsa ini yakni sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.
    Syahrul mengaku, Indonesia sebagai negara agraris di dunia harusnya tidak mengalami kekurangan baik dalam hal penyediaan sektor pertanian, perkebunan maupun lainnya.
    Namun kondisi yang terjadi hingga saat ini, kata dia, Indonesia masih mengimpor sejumlah komoditas seperti hasil pertanian yakni beras. Di akhir 2015, menurut laporan, pemerintah telah menerima impor beras sebanyak satu juta ton.
    “Harusnya yang seperti ini kan tidak terjadi karena Indonesia adalah negara agraris yang kaya akan sumber daya manusia. Makanya, ke depannya kita akan mencetak areal persawahan yang baru demi meningkatkan stok beras nasional,” katanya.
    Syharul mengaku jika ke depannya dalam menjalankan empat aspek yang menjadi kebutuhan rakyat Indonesia, TNI melalui Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti sudah bertekad membantu sekuatnya dalam penyiapan ketahanan pangan.
    “Bicara TNI bukan saja berpatokan pada persoalan pertahanan dan pengamanan nasional tapi mereka membuktikan bahwa TNI juga bisa bergerak pada hal kesejahteraan,” sebutnya.
    Mayjen TNI Agus Surya Bakti menuturkan, tugas lain TNI selain berperang adalah membantu pemerintah melalui sinergi program baik fisik maupun nonfisik.
    “Kita membangun sinergi bersama komponen masyarakat. TNI akan kuat kalau bersama sama dengan masyarakat. Kalau tidak TNI tidak akan kuat,” kata suami dari artis Bella Saphira.
    Menurut dia, era sekarang sudah sangat jauh berbeda dengan beberapa puluh tahun lalu di mana saat itu rakyat bersama TNI melakukan perlawanan terhadap penjajahan.
    Di era sekarang ini, TNI yang sudah tidak berperang lagi tetap bertanggungjawab dalam menjaga kedaulatan NKRI dan tentunya ikut bersama pemerintah daerah serta masyarakat dalam menyiapkan wilayah yang aman dan sejahtera.
    Agus mengaku, TNI yang bertugas di wilayah teritorial bisa mengajak dan mengimbau masyarakat untuk menyukseskan pembangunan daerahnya. Salah satunya adalah meningkatkan ketahanan pangan.
    “Karena sampai 20 tahun ke depan, ancaman tidak lagi berupa perang fisik. Tapi ancaman sekarang adalah perang ideologi, perang budaya, perang ekonomi,” jelasnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com