• Gubernur: Kemajuan Suatu Bangsa Ditentukan Kualitas Pendidikan

    0

        Ambon, jurnalsumatra.com – Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan kemajuan peradaban suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dimiliki warganya.
    “Kualitas pendidikan sangat ditentukan kualitas guru. Guru merupakan salah satu komponen pendidikan yang mempunyai peranan sangat penting dalam proses pembelajaran di sekolah,” katanya dalam sambutan pada Pembukaan Konferensi Kerja Nasional III Masa Bakti XXI Tahun 2016, di Ambon, Jumat (29/1) malam.
    Gubernur menjelaskan, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional, berfungsi untuk meningkatkan martabat manusia, sekaligus sebagai agen pembelajaran di sekolah.
    Karena itu, dalam rangka peningkatan mutu pendidikan nasional, pada pasal 8 UU ini mengamanatkan kepada guru agar wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
    “Mencermati fungsi dan peranan guru yang sangat efektif tersebut, maka Kokernas III PGRI di Ambon, ibu Kota Provinsi Maluku tentu saja dapat menghasilkan program-program yang strategis untuk meningkatkan peran dan fungsi guru secara menyeluruh di Indonesia,” katanya.
    Sesuai dengan tema, Kokernas III PGRI, “Meningkatkan solidaritas dan Soliditas PGRI sebagai organisasi profesi guru yang kuat dan independen untuk pendidikan bermutu”.
    Gubernur mengungkapkan, banyak persoalan yang membutuhkan perhatian PGRI, antara lain, masih kurangnya guru produktif di tingkat atas, kinerja guru  belum optimal, terutama pengawas pembelajaran maupun  proses pendidikan di sekolah.
    “Ada diskriminasi terhadap guru, sebagai dampak dari proses politik ketika berlangsung pemilihan kepala daerah (Pilkada),” tandasnya.
    Selanjutnya, pengangkatan guru honorer belum terakomodir secara baik dan pendapatan mereka pun masih dibawah standar.
    “Saya perlu tekankan, bahwa kami yang berada di Indonesia bagian Timur terutama Provinsi Maluku tantangan kewilayahan sangat kompleks, selain masalah sarana  dan permasalah tantangan secara struktural yang lebih mengacu pada kondisi atau struktur sosial seorang guru di luar proses pendidikan,” katanya.
    Karena itu, jika mengacu pada sumber masalah minimnya kesejahteraan yang dimilki oleh seorang guru atau tingkat kesejahteraan secara materi, menyebabkan posisi guru di mata masyarakat tersubkordinasi.
    Posisi sosial guru menjadi terkesan lebih rendah daripada masyarakat lain yang berprofesi lain. Katakan seorang konsultan, manajer, pengacara dan lainnya, padahal secara hakikat profesi yang digeluti seseorang adalah sama tidak saling tersubkordinasi.
    “Kami di Maluku akan memberi perhatian khusus terhadap peningkatan kompetensi guru dan kesejahteraaanya. Karena guru adalah agen peradaban yang vital dalam suatu bangsa,” ujarnya.
    Karena itu, Gubernur meminta PGRI mengambil peran yang strategis untuk meningkatkan solidaritas dan soliditas guru, sekaligus kewajiban moral PGRI untuk berjuang meningkatkan kualitas kompetensi guru.
    Ia menambahkan, dalam prespektif pendidikan, Provinsi Maluku dapat dijadikan contoh terbaik tentang pendidikan multikultural.
    “Provinsi Maluku sedang dikembangkan sebagai laboratorium kehidupan umat beragama terbaik di Indonesia,” ujarnya.
    Ia menyatakan, Maluku khususnya Kota Ambon,  kota yang paling aman di Indonesia.
    “Bapak dan ibu silahkan menikmati suasana di waktu malam, kemana saja bisa berjalan, tidak perlu mersa takut, karena tidak ada jambret, tidak ada begal, dan tidak ada perampok. Apalagi Biro Pusat Statistik (BPS) merilis Provinsi Maluku tingkat kebahagiaan paling tinggi di Indonesia,” tegas Gubernur Said.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com