• Gubernur Bali Minta Jajaran Introspeksi Diri

    0

          Denpasar, jurnalsumatra.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak jajarannya untuk introspeksi diri lewat tunjangan kinerja yang sudah diterima dan harus siap bertugas selama 24 jam termasuk saat hari libur.
    Pastika saat menjadi pembina apel disiplin, di Denpasar, Senin, mengingatkan bahwa PNS di lingkungan Pemprov Bali itu selain mendapatkan gaji, juga memperoleh tunjangan kinerja.
    “Seorang PNS Pemprov itu sudah mendapat gaji dan tunjangan kinerja, pertanggungjawabkan apa yang kalian dapatkan,” ujarnya.
    Menurut dia, gaji yang diterima merupakan upah dari pekerjaan standar yang dikerjakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, sedangkan tunjangan kinerja diberikan jika pekerjaan melebihi dari tugas pokok dan fungsi.
    Dengan adanya tunjangan kinerja, lanjut dia, seorang PNS khususnya PNS Pemprov Bali harus siap sedia selama 24 jam termasuk diantaranya hari libur.
    Selain itu, memasuki pertengahan Januari 2016, Pastika meminta jajarannya untuk mengakselerasi pelaksanaan  program kerja yang telah direncanakan pada tahun anggaran 2016. Mesin pemerintahan harus sudah dijalankan seperti laporan keuangan dari bansos dan hibah.
    “Kerjakan apa yang bisa dikerjakan, keuangan kita memungkinkan untuk itu, jangan menunggu triwulan beikutnya,” katanya.
    Dalam apel disiplin yang diikuti oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Sekda Prov Bali Cok pemayun, pejabat eselon dua, tiga dan empat serta staf di lingkungan Setda Provinsi Bali ini, dia juga mengingatkan jajaran Pemprov Bali untuk bekerja lebih baik. “Sekarang sudah baik tapi berikutnya harus lebih baik,” katanya.
    Di sisi lain, dia mengingatkan semua payung hukum untuk segera diselesaikan. Ia pun menginstruksikan Biro Hukum dan HAM untuk bekerja secepatnya dalam menyelesaikan semua payung hukum yang diperlukan sehingga apa yang menjadi kewenangan  bisa dilakukan.
    “Kita punya banyak kewenangan namun tidak bisa mengeksekusi karena peraturannya belum ada,” katanya.
    Ia mencontohkan peraturan gubernur yang mengatur tentang Galian C yang hingga saat ini belum terselesaikan. Akibatnya kewenangan pengaturan galian C yang ada di provinsi belum dapat dilaksanakan.
    “Efek galian C yang banyak terjadi khususnya di Kabupaten Bangli sangat merugikan kita semua, karena sudah merusak lingkungan,” ujar Pastika.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com