• Gafatar Sudah Tidak Ada Di Kotawaringin Timur

    0

    Sampit, Kalteng, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menegaskan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sudah tidak ada lagi di daerah ini karena organisasi terlarang itu sudah dibubarkan.
    “Dulu mungkin ada anggotanya satu atau dua orang tapi sudah pindah. Yang ada ditemukan itu mungkin di Kalbar dan Pangkalan Bun,” kata Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Hendra Wirawan di Sampit, Kamis.
    Pemerintah melarang Gafatar karena dinilai membawa ajaran sesat dan menyesatkan. Larangan itulah yang juga dipegang pemerintah dan aparat penegak hukum di daerah menyikapi organisasi yang belakangan kembali menjadi sorotan tersebut.
    Polres Kotawaringin Timur menelusuri kembali kemungkinan keberadaan organisasi ini dan hingga kini tidak ada ditemukan lagi. Namun diakui, kemungkinan adanya orang yang pernah bergabung dalam Gafatar mungkin saja ada, tapi mereka tidak lagi aktif dalam organisasi itu.
    “Kami tetap mewaspadai organisasi terlarang ini. Kamuflase rekrutmen berbeda karena ditawarkan berbeda. Awalnya memikat, namun belakangan menyimpang dari ajaran agama dan aturan organisasi. Kita masuk ke desa-desa untuk memberi pemahaman kepada masyarakat terkait ancaman organisasi-organisasi terlarang,” tegas Hendra.
    Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kotawaringin Timur, Agus Suryo Wahyudi, tidak menampik kehadiran Gafatar di daerah ini. Namun pemerintah daerah tidak menerima organisasi terlarang itu.
    “Tahun 2015 lalu sempat pengurus ormas itu datang untuk
    mendaftar, tapi langsung kami tolak. Sesuai surat edaran Mendagri, memang menginstruksikan  ormas tersebut tidak diperbolehkan untuk mendaftar,” tegas Agus.
    Agus menduga Gafatar sempat tumbuh dan memiliki struktur organisasi di Kotawaringin Timur sehingga mereka sempat hendak mendaftar di daerah ini. Sayangnya pihaknya tidak memantau aktivitas kelompok warga yang sempat tergabung dalam Gafatar dengan alasan karena fokus memantau organisasi yang resmi terdaftar.
    Agus mengimbau masyarakat lebih berhati-hati jika ada ajakan untuk bergabung dengan suatu organisasi. Periksa terlebih dahulu keberadaan dan perizinannya untuk memastikan organisasi tersebut tidak terlarang sehingga bisa membawa manfaat.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com