• Fasilitator Jangan Terlibat Pengelolaan Dana Desa

    0
    marwan jakfar

    marwan jakfar

    Palembang, jurnalsumatra.com – Sesuai dengan arahan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar (Mendes PDTT), Fasilitator atau pendamping desa hanya mempunyai tugas sebagai pengawasan mengawal kepala daerah/desa menggunakan anggaran.

    Sekaligus memastikan penyerapan anggaran desa berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan masalah hukum.

    Demikian dikatakan Nunik Handayani selaku Master trainer usai mengikuti pelatihan pengarahan mentri desa terkait tugas pokok Pendamping desa kemarin.

    Ia menjelaskan,master trainer sendiri merupakan petugas yang akan meberikan materi terhadap pendamping desa di tingkat kabupaten.

    Untuk di sumsel sendiri ada 4 orang yang ditunjuk kemntrian desa (Mendes PTT) untuk memberikan materi kepada 39 fasilitator di tingkat kabuptaen.

    “Tugas Fasilitator ini memastikan kepala desa bersama aparatur desa dan masyarakat yg menyusun perencanaan pembangunan desa, bukan mengambil alih tugas kepala desa utk menyusun perencanaan pembangunan.”Kata Nunik ditemui jurnalsumatra.com, Rabu (23/9).

    Selain itu, Fasilitator juga sebagai pengawas dan mengawal supaya bantuan dana desa bisa berjalan dengan baik,Pendamping desa tidak boleh terlibat dalam pengelolaan bantuan dana desa tersebut.

    Dikatakanya, Pendamping desa memiliki tugas membantu penyusunan keuangan dana desa. Mereka diwajibkan membantu aparat desa untuk menyusun laporan keuangannya serta penggunaan dana desa tersebut.

    “Pendamping desa memiliki 4 tingkatan yang masing-masing ada di tingkat nasional dan provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa.”Terangnya.

    untuk di tingkat nasional dan provinsi, pendamping desa disebut tenaga ahli pemberdayaan masyarakat. Tugas utamanya adalah memberikan bantuan teknis keahlian bidang manajemen, kajian, keuangan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas, kaderisasi, infrastruktur perdesaan, dan regulasi.untuk tingkat kabupaten, disebut dengan pendamping teknis

    “Jadi Memberikan keleluasaan kepada masyarakat dan aparatur desa untuk membangun desanya sendiri,sesuai yang diamnatkan UU. Jangan sampai menjadikan aparatur desa menjadi sangat tergantung kepada fasilitator”ulasnya.

    Sementara untuk pendamping desa itu sendiri akan di louncing pada Pada 1 Oktober 2015 mendatang.

    “Berdasarkan keterangan yang disampaiakan mentri desa semua terkit pendamping desa sudah selesai perekrutanya dan 1 Oktober akan di luncurkan seluruh fasilitator atau pendamping desa yang sudah kita rekrut.”Tukasnya.[Hafiz alfangky]

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com