• Enam Rumah Warga Desa Lubuk Keliat Porak Poranda

    0

    INDRALAYA, jurnalsumatra.com - Enam rumah  warga Desa Lubuk Keliat, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, roboh diterjang angin saat terjadi hujan deras, Minggu (24/01/2016), Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

    Robohnya enam rumah penduduk tersebut, umumnya terbuat dari bahan kayu. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerugian ditafsir mencapai puluhan juta rupiah, dari puluhan rumah yang rusak, ada 6 yang parah diantaranya, rumah Mahmud (66),Yus (55),Ali (35) dan Samsudin (45).

    Menurut warga setempat Adi mengatakan peristiwa robohnya enam rumah penduduk itu, berawal ketika hujan deras disertai angin kencang yang melanda Desa Lubuk Keliat pada Minggu sore (24/1) sekitar pukul 17.00 WIb.

    “Ya, ada enam rumah yang roboh di Desa Lubuk Keliat. Tidak hanya itu, kabel listrik yang terpajang di jalan poros menuju Desa Lubuk Keliat juga putus dan berserakan di badan jalan. Akibatnya, pelayanan listrik di lokasi, itu padam sejak kemarin,” Imbuhnya.

    Ditambahkannya, bahwa enam rumah tersebut termasuk bagus, tidak reot seperti yang dikatakan orang-orang. “Bagus rumahnya, tidak benar kalau ada yang ngomong bahwa runah itu reot,” Terangnya.

    Sementara itu, Kadinsos Pemkab OI H Edy Rizal SIp Msi lansung meninjau ke lokasi bencana puting beliung dan langsung memberikan bantuan kepada 6 warga yang rumahnya rata dengan tanah.

    “Kami cukup prihatin dengan musibah bencana alam ini, atas nama Bupati, kami memberikan bantuan berupa sembako, selimut, tikar, dan bebeberapa bantuan lainnya, semoga bantuan ini dapat meringankan beban penderitaan warga,’’ Imbuhnya

    Dia mengharapkan kepada pihak kecamatan dan desa, untuk kembali mendata jumlah konkritnya warga yang terkena musibah bencana alam ini.

    ’’ Kalau rumah warga yang mengalami kerusakan mencapai 11 hingga 30 rumah, maka tanggungjawabnya pihak provinsi, dan kalau lebih dari 30 warga, maka tanggungjawabnya pihak pusat, namun kalau dibawah 11 rumah, otomatis pihak Pemkab sendiri, Katanya.

    Ditambahkannya, pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat bahwasanya harus waspada.

     “Sekarang kita memasuki musim penghujan serta angin kencang, jangan sampai bencana seperti ini memakan korban. Kedepannya jikalau bantuan tersebut masih kurang jangan segan-segan untuk melaporkan kekurangan ke pada Dinas Sosial, dan kita juga akan berupaya untuk memasilitasi warga yang tertimpa musibah, untuk bisa mendapat bantuan dari provinsi, paling tidak bantuan untuk biaya memperbaiki bangunan rumah yang mengalami roboh ataupun mengalami kerusakan” Tambahnya. (Edi)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com