• Elpiji 3 Kg Meledak, 3 Rumah Warga Terbakar

    0
    Foto facebook : Mulyadi Adi‎

    Foto facebook : Mulyadi Adi‎

    KAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com – Warga Desa Batu Ampar, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (12/1/2015) pagi sekitar pukul 07.15 WIB, mendadak heboh. Pasalnya, salah satu rumah di desa setempat yang diketahui milik (alm) Dul Goni, terbakar akibat ledakan tabung gas elpiji 3 Kg. Api sempat menyambar bangunan di samping kiri dan kanan rumah korban, namun api bisa dipadamkan sebelum kedua rumah tersebut rata dengan tanah.

    Informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa kebakaran tersebut sempat membuat arus lalulintas di jalur alternatif Kayuagung-SP Padang-Palembang sedikit macet, karena lokasi kebakaran tepat di pinggir jalan sehingga sejumlah kendaraan yang melintas berhenti guna menghindari tabrakan sejumlah warga yang hilir mudik sembari membawa air untuk memadamkan api.

    Terpaan angin yang cukup kencang membuat rumah semi permanen milik Almarhum Dul Goni yang ditempati menantunya Gandi, seketika ludes dilalap si jago merah. Api sempat menjalar ke bangunan di samping kiri dan kanan rumah korban, yakni rumah milik Mat Tudin dan Wak Zen, namun api bisa dipadamkan dalam waktu 40 menit, sebelum seluruh bangunan rata dengan tanah.

    Belum diketahui berapa kerugian yang dialami atas peristiwa kebakaran ini, namun yang pasti 3 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Aparat kepolisian dari Polsek SP Padang yang tiba di lokasi beberapa menit usai kejadian langsung memasang police line, serta mengamankan tabung elpiji 3 Kg yang diduga menjadi pemicu kebakaran tersebut.

    Kepala Desa (Kades) Batu Ampar, Kecamatan SP Padang, Sumardi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. “Api berasal dari rumah Almarhum Dul Goni yang dihuni menantunya. Menurut informasi, kebakaran dipicu oleh ledakan tabung elpiji 3 Kg di rumah itu. Kobaran api sempat menjalar ke bangunan rumah di kiri dan kanan, tapi beruntung warga berinisiatif merobohkan dinding rumah, sehingga api tidak membesar,” terang Kades.

    Kades mengaku pihaknya belum mengetahui berapa total kerugian yang dialami para korban, karena belum ada laporan dan rincian resmi dari para korban. “Kami harap Pemerintah Kabupaten bisa membantu para korban. Mungkin untuk sementara ini para korban akan menumpang di rumah sanak keluarganya, namun untuk makanan dan pakaian yang layak mungkin ada bantuan dari para donatur nantinya,” ungkap Sumardi.

    Terpisah, Kapolsek SP Padang, AKP Mulyono mengatakan, pihaknya telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah bukti terkait penyebab kebakaran tersebut. “Infomasi sementara, api diduga berasal dari ledakan tabung gas elpiji 3 Kg dari rumah korban Gandi. Api kemudian menjalar ke rumah di samping kiri dan kanan, namun kobaran api tidak meluas setelah warga merobohkan dinding rumah korban Mat Tudin dan Wak Zen,” terang Kapolsek.

    Kapolsek mengimbau kepada masyarakat yang hendak bepergian, agar memastikan rumah dalam kondisi aman, kompor tidak dalam keadaan menyala, serta mematikan semua perabotan elektronik. “Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Untuk kerugian material, kami belum bisa menyimpulkan, karena masih menunggu laporan secara tertulis dari para korban,” tandasnya. (RICO)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com