• Dugaan Korupsi Dermaga Bayung Lincir Terus Dipersoalkan

    0
    Ketua-LIFER-RI-Arianto-saat-diruang-Bareskrim-Mabes-Polri-Jakarta

    Ketua-LIFER-RI-Arianto-saat-diruang-Bareskrim-Mabes-Polri-Jakarta

    Muba, jurnalsumatra.com – Sejumlah Aliansi dan LSM di Kab Muba terus mempersoalkan korupsi pengadaan tanah untuk dermaga banyung lincir atas penanganan hukum kasus tindak pidana korupsi uang diduga dilakukan oleh tim 9 yang menggunakan dana APBD tahun 2012 sebesar Rp. 5 Milyar, dalam pelaksanaanya dibeli dari masyarakat sebesar Rp. 2 Milyar, kemudian diduga dimark up oleh tim 9 menjadi 5 milyar.

    Tindakan ini menyebabkan Dugaan kerugian Negara sebesar Rp. 3 Milyar Rupiah, atas dasar itu juga beberapa lsm yang tergabung dalam Aliansi LSM & Ormas Bersatu Sumsel Kab Musi banyuasin antaranya Lifer-RI, Aliansi LSM FKPM, FKPS rencananya akan berkoordinasi dengan pihak Kejagung Atas penanganan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan dermaga banyung lincir beberapa waktu lalu.

    Ketua Tim Investigasi Drs. M Nuh Soleh dalam rapat kecilnya di Graha Aliansi LSM & Ormas Bersatu Muba beberapa hari lalu mengatakan, langka-langka yang perlu diambil dalam penanganan kasus ini, adalah mengumpulkan data-data yang sudah ada, dan hasil wawancara dengan masyarakat, kemudian proses terjadinya pembayaran atas dasar apa, siapa-siapa yang mesti bertanggung jawab dan terlibat dalam persoalan ini.

    “kita siapkan data-data pendukung atas peristiwa pembebasan lahan untuk dermaga bayung lincir, bahkan kita sudah menyiapkan surat resmi untuk dilayang kan ke Presiden, kejagung, Ombudsman Jakarta agar mereka meninjau ulang dugaan korupsi dermaga bayung lincir, kita tidak mau yang bertanggung jawab atas persoalan ini hanya menari-nari diatas luka orang lain, dia harus ikut bertangung jawab”, ungkap Nuh soleh pada jurnalsumatra.com pekan lalu

    Hal senada diungkapkan ketua LIFER-RI Kab Muba Ariyanto mengatakan, kalau lembaganya tidak puas dengan hasil penanganan kasusu dugaan korupsi lahan dermaga bayung lincir hanya mampuh menahan 2 orang saja, sementara pihak yang bertanggung jawab dalam hal itu tak tersentuh hukum, ini menurutnya ada kejanggalan, yang dilakukan para penegak hukum.

    “saya sudah siapkan data-data pendukung yang dianggap perlu, kita lihat saja nanti, saya sendiri akan membawa persoalan ini kejakarta untuk dilaporkan ke presiden, Kejagung, Ombudsman, Polhukam, jika perlu saya akan paparan atas kasusu dugaan korupsi pembebasan lahan dermaga bayung lincir, saya yakin kita akan mendapat dukungan dari teman-teman penegak hukum dipusat Jakarta”. Ungkap Ariyanto.

    Atas penetapan sebagai tersangka kasus dugaan kurupsi pembebasan lahan untuk dermaga bayung lincir kab Muba, dengan tersangka yang hanya 2 orang, yaitu Drs, H.   Yuliansyah. MM (Mantan Sekda Muba) dan bul (Mantan Kabag Tapem Muba). Padahal tim 9 terdiri dari mantan Asisten I waktu itu Drs. Sohan majid ( sekarang Sekda muba), kepala dinas PUCK muba, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Asit Daerah Muba (DPPKAD), Kepala Dinas Pertanian Muba, Kabag Hukum Muba, Camat Bayung Lincir dan Kepala BPN Muba. Kenapa sampai saat ini mereka tiadak tersentuh hukum sama sekali, tidak ada satu orang pun dari tim 9 yang tidak membubuhkan tanda tanganya maka pencairan dana pembelian lahan itu tidak akan terjadi. Karena itulah tim 9 diduga ikut terlibat sehingga mereka minta kepada pihak penegak hukum agar transparan dan tidak setengah hati dalam persoalan ini, karena ini menyangkut keuangan Negara yang harus diselamatkan,(harto)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com