• DPRD Minta Aneka Usaha Modernisasi Peralatan Bengkel

    0

    Kulon Progo, jurnalsumatra.com – Komisi II DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta pemerintah setempat melakukan modernisasi peralatan bengel Aneka Usaha supaya mampu bersaing dengan bengkel swasta.
    Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo Muhtarom Asrori di Kulon Progo, Senin, mengatakan selama ini peralatan yang dimiliki bengkel Aneka Usaha masih tertinggal dan kurang lengkap, sehingga konsumen enggan memperbaiki mobil di bengkel tersebut.
    “Peralatan bengkel swasta lebih canggih dibandingkan bengkel milik Anekesa Usaha, sehingga konsumen ragu-ragu membawa mobil kesana. Untuk itu, pemkab melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus melakukan evaluasi internal, supaya persoalan bengkel Aneka Usaha dapat dipecahkan,” kata Muhtarom.
    Selain itu, menurut Muhtarom, persoalan pengembangan bengkel Aneka Usaha yakni belum tersedia gudang untuk menampung mobil yang belum selesai diperbaiki. Menurut dia, gudang mobil sangat penting untuk keamanan mobil yang ditinggal di bengkel.
    “Sejauh ini, lokasi bengkel Aneka Usaha sudah strategis, hanya saja perlu gudang yang menampung mobil rusak dan belum selesai diperbaiki. Hal ini menjadi kendala utama, kenapa bengkel Aneka Usaha tidak bisa berkembang seperti bengkel swasta yang ada di Kulon Progo,” katanya.
    Muhtarom mengatakan bengkel juga perlu didukung kemampuan teknisi yang andal. Sumber daya manusia (SDM) pengelola bengkel harus profesional dan memiliki kemampuan teknisi yang andal. Menurutnya, banyak lulusan SMK di Kulon Progo yang andal dan profesional, namun belum dimanfaatkan dengan baik sebagai modal usaha jasa.
    “Setelah peralatan perbengkelan sejajar dengan apa yang dimiliki swasta, maka perlu didukung SDM yang profesional, banyak lulusan SMK di Kulon Progo yang mumpuni di bidang perbengkelan,” katanya.
    Anggota Komisi II DPRD Kulon Progo Purwantini mempertanyakan alasan jajaran Direksi Aneka Usaha masih mempertahankan pengembangan bengkel. Menurutnya, bengkel anak usaha Aneka Usaha tidak mampu penyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD), padahal penyertaan modal cukup banyak.
    “Kalau rugi, kenapa dituruskan. Kenapa Aneka usaha tidak melakukan invovasi lain yang mampu menghasilkan PAD,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com