• Dinsos Sumsel Bantu Bayi Terlantar

    0
    bayi terlantar

    bayi terlantar

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Seorang bayi perempuan berusia satu tahun ditemukan warga di rel kereta api di Desa Saling Kabupaten Empat Lawang , Sumatera Selatan. Bayi yang dalam kondisi kekurangan gizi itu diduga ditelantarkan orangtuanya.

    Karena keterbatasan fasilitas memadai untuk penampugan bayi, maka bayi malang tersebut diserahkan ke Dinsos Provinsi Sumsel. Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Belman Karmuda mengatakan pada jurnalsumatra.com pihaknya menerima bayi yang terlantar ini di kantornya.

    Dinas sumsel meneruskan kepada forum panti di Provinsi . Semua administrasi sudah lengkap
    Bayi tersebut, lanjut dia untuk sementara ini akan dititipkan di panti asuhan Aisyah yang terletak di pakjo Palembang. ” Bagi yang merasa kehilangan kita harap datang segera menghubungi kami, apalagi bayi ini sudah ditemukan 3 bulan lalu di terminal kereta api empat lawang,” jelasnya.

    Lanjut Belman, “Kita memberikan perlindungan kepada balita ini agar kita dapat menemukan orang tua balita ini, dan kita akan mengetahui penyebab menelantarkan anaknya. Saat ini kita sudah berkerja sama dengan LPA perlindungan anak”,jelasnya.

    Selain itu juga siapa yang nantinya akan mengurus atau mengadopsi anak ini nanti, Belman menjelaskan. “Berkaitan dengan adopsi dipersilakan untuk adopsi melalui Dinsos Sumsel kita akan usulkan kepada tim kepada tim DIPA tapi tetap melalui pengadilan dan kita juga akan melihat siapa yang akan merawat anak ini nantinya layak atau tidak untuk adopsi anaknya ini”,jelasnya

    Sementara menurut Kepala Bidang Sosial Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang Eka mengaku warga mengantarkan bayi tersebut di rel kereta api di Desa Saling Kabupaten Empat Lawang , Sumatra Selatan.dan selanjutnya di bawa kerumah sakit pada November 2015 lalu. Eka mengatakan warga mengatakan bayi menangis di rel kereta saat ditemukan.

    Tak ada kain yang menjadi alas tidurnya di rel. Tubuhnya basah dan kulitnya pucat karena kehujanan. Tak ada identitas apapun yang melekat pada tubuh sang bayi. Meski usianya sudah setahun, berat badannya hanya tiga kilogram. Lantaran itu, tim medis terus memberikan asupan bergizi untuk bayi.

    Bayi dirawat kawan-kawannya di rumah sakit. Eka pun mengaku pihak kepolisian sudah menangani kasus tersebut. “Menelantarkan bayi merupakan tindakan tercela. Sangat disayangkan bila orangtua menelantarkan bayinya seperti itu. Saya juga sebagai manusia, sanggup kok merawatnya,” kata eka.

    Sementara menurut Ketua Forum panti sumsel Rudi Baihaki mengungkapkan “Sekarang kita akan menelusuri dan kita akan selidiki siapa yang melakukan ini, ini sudah termasuk ke tindak kriminal dan masuk ke undang-undang perlindungan anak kurang penjara kurang lebih 9 tahun kurungan penjara”,jelasnya.

    Kita akan konfirmasi terus menerus mengenai menelantarkan balita ini sekarang ini untuk kebutuhan anak ini akan diberi bantuan pemerhati anak dan sekarang dari dinsos kabupaten dan dinsos Provinsi.

    KPA perlindungan anak akan terus memantau perkembanganya, Berdasarkan catatan forum Panti Sumsel “Sekarang ini ada 16 anak yang diserahkan oleh keluarga yang tidak menyanggupi maka mereka memberikan kepada panti”,jelasnya(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com