• DINKES Lebak Buka Pospindu Kendalikan PTM

    0

    Lebak, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten, membuka pelayanan pos pembinaan terpadu untuk mengendalikan penyakit tidak menular.
    “Semua Puskesmas di Lebak bisa melayani Pospindu dengan melakukan deteksi dini bagi penderita penyakit tidak menular (PTM) agar bisa dikendalikan melalui pengobatan,” kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah saat dihubungi di Lebak, Senin.
    Selama ini, penyebaran PTM di Kabupaten Lebak cukup besar, sehingga perlu dilakukan pengendalian melalui deteksi dini itu.
    Masyarakat bisa melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui penderita PTM, seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes melitus, kanker , penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) sebab penyakit jantung, hipertensi dan diabet melitus masuk jenis 10 penyakit terbesar.
    “Jika diketahui warga itu menderita PTM maka dilakukan pengobatan oleh tenaga medis Puskesmas setempat. Pengobatan ini agar tidak menimbulkan lebih parah lagi hingga rujukan ke rumah sakit,” katanya.
    Menurut dia, pelayanan Pospindu tersebut di 42 Puskesmas tersebut mampu mengendalikan PTM agar tidak menimbulkan kematian.
    Sebab, sebagian besar penderita PTM akibat penderita tidak melakukan pemeriksaan kondisi kesehatannya.
    “Kami minta masyarakat melakukan pengecekan darah agar diketahui jenis penyakit yang dideritanya,” katanya.
    Firman menyebutkan  PTM adalah penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi kuman.
    PTM ini antara lain, penyakit jantung koroner, stroke, diabetes melitus, kanker , penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan.
    Karena itu, peningkatan kasus PTM yang menyebabkan kematian dan ancaman bagi kesehatan masyarakat.
    Berdasarkan data Kemenkes 2008-2014 kasus PTM cukup tinggi angka kematian, seperti penyakit diabetes melitus meningkat 1,1 persen menjadi 2,1 persen; hipertensi dari 7,6 persen menjadi 9,5 persen; dan stroke dari 8,3 persen menjadi 12,1 persen.
    “Kami berharap warga yang terkena PTM agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan baik Puskesmas maupun Rumah Sakit,” katanya.
    Ia menambahkan, penyebab PTM tersebut akibat budaya tidak sehat, seperti mengkonsumsi makanan instan, makanan yang mengandung kolestoral juga merokok aktif.
    Ia mengajak masyarakat membiasakan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan makanan yang bermutu juga berolah raga untuk mencegah PTM  tersebut.
    “Kami yakin dengan PHBS dan berolahraga bisa menghindari PTM itu,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com