• Diduga Cemari Lingkungan Mahasiswa Protes PLTU Molotabu

    0

    Gorontalo, jurnalsumatra.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan dan Kesehatan (AMPLK), berunjuk rasa di kantor DPRD Provinsi Gorontalo, terkait protes pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Molotabu, Kabupaten Bone Bolango, Kamis.
    PLTU tersebut merupakan salah satu pembangkit listrik yang begitu banyak manfaatnya, khususnya sebagai penyuplai listrik di Provinsi Gorontalo.
    Akan tetapi menurut mahasiswa bahwa dalam hal pengoperasian mesin dan beberapa aktifitas PLTU dapat menimbulkan dampak yang kurang baik bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam hal kesehatan dan lingkungan.
    Diduga pengoperasian mesin PLTU dapat mencemari udara sehingga menimbulkan keresahan masyarakat sekitar PLTU.
    “Pembuangan limbah cair yang langsung ke laut dapat menyebabkan pencemaran air laut serta merusak terumbu karang dan biota laut dan terganggunya aktifitas jalan yang diakibatkan oleh pengangkutan batu bara,” kata Hazrianto katili, Koordinator lapangan AMPLK.
    Massa aksi juga meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menghentikan aktivitas PLTU dan bertanggung jawab atas kerusakan biota laut dan terumbu karang yang disebabkan oleh aktifitas PLTU.
    Serta pemerintah harus bertindak tegas dan memberikan sanksi kepada PLTU Molotabu yang telah menggangu aktifitas pengguna jalan.
    “Kami juga meminta kepada DPRD Provinsi Gorontalo untuk memanggil pihak PLTU Molotabu untuk menyikapi hal-hal yang telah kami sampaikan,” tutup Hazrianto.
    Sementara itu, Plt Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Faris Yusuf yang menerima massa aksi mengatakan, setuju dengan pendapat mahasiswa mengenai terganggunya aktifitas masyarakat sekitar akibat adanya aktifitas PLTU Molotabu dan akan memanggil pihak PLTU Molotabu untuk menindaklanjuti tersebut.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com