• Dayung – Dua Kandidat Siap Bersaing Pimpin PODSI SULSEL

    0

    Makassar, jurnalsumatra.com- Dua kandidat siap bersaing memperebutkan posisi Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan pada musyawarah daerah (Musda) PODSI di Makassar, Sulsel, Februari 2016.
    Dua kandidat yang kini mulai mencuat itu yakni Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, Marzuki Wadeng serta Wakil Ketua I PODSI Sulsel, Marwan Cahyadi.
    “Saat ini memang sudah ada dua sosok yang memcuat untuk menggantikan posisi Adil Patu sebagai ketua pengprov PODSI Sulsel. Kami sebagai pelatih tentunya hanya berharap organisasi ini dipimpin orang yang tepat,” jelasnya.
    Mengenai kompetensi kedua kandidat yang kini mencuat, dirinya mengaku semuanya punya pengalaman khususnya di bidang olahraga.
    Untuk Marwan Cahyadi tentunya sudah punya pengalaman karena menjadi pengurus di periode 2012-2016. Sementara Marzuki wadeng yang sebelumnya menjabar sebagai wakil ketua KONI Sulsel.
    Pelaksanaan musda PODSI Sulsel memang dinilai cukup mendesak. Selain kepengurusan yang akan segera berakhir, kondisi Ketua PODSI Sulsel Adil Patu yang terkena kasus hukum dan telah dijatuhi vonis membuat kepengurusan terhenti.
    “Kami memang berharap segera digelar musda untuk menentukan kepengurusan baru. Apalagi kita saat ini sudah ditunggu agenda penting yakni tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, September 2016,”ujarnya.
    Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PODSI, Young Mardinal, sejak awal memang sudah mengusulkan jika Ketua Pengprov PODSI Sulsel tersebut tidak dapat aktif secara permanen maka sesuai AD/ART organisasi bisa segera menyiapkan penggantinya.
    “Jika memang tidak dapat aktif secara permanen maka pengurus PODSI Sulsel bisa mengambil antisipasi untuk mencari pengganti. Kami tentu berharap proses pembinaan atlet Sulsel tetap dapat berjalan maksimal,” katanya.
    Sesuai AD/ART organisasi, ada dua hal yang bisa dilakukan jika ketua tidak bisa menjalankan tugasnya secara maksimal. Pertama, kata dia, yakni menggelar rapat pleno untuk menunjuk salah satu wakil ketua untuk menjabat PLT Ketua PODSI Sulsel hingga kepengurusan berakhir.
    Sementara yang kedua yakni dengan menggelar musyawarah daerah luar biasa. Tujuannya tentu saja memilih calon untuk menahkodai organisasi hingga periode berakhir.
    “Dua cara itu bisa saja dilakukan sebagai antisipasi terganggunya proses pembinaan atlet di Sulsel. Kami juga menyerahkan keputusan itu pada pengurus PODSI Sulsel,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com