• Buronan Kasus Senjata Api Bandarlampung Tertangkap

    0

        Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Richard Maulana Putra, terpidana kasus kepemilikan senjata api yang menjadi buronan Kejaksaan Negeri Bandarlampung akhirnya tertangkap di sebuah penginapan di Bandarlampung.
    “Kami berhasil menangkap Richard melalui sinyal telepon genggamnya yang terdeteksi semenjak dua minggu lalu,” kata Asintel Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung Leonard Simanjuntak, di Bandarlampung, Kamis.
    Dia mengatakan, pihaknya telah memantau perkembangan keberadaan Richard yang juga putra mantan Bupati Tulangbawang  Abdurachman Sarbini itu.
    Sejak dua minggu lalu, tim Kejari Bandarlampung bekerja sama dengan Kejati Lampung pada Rabu (20/1) pukul 14.30 WIB melakukan penggerebekan.
    Ia melanjutkan, terdakwa sempat melakukan perlawanan pada saat akan dilakukan penggerebekan, dan sempat menolak membuka kamar No 19 tempatnya menginap.
    “Pada saat kami ingin masuk pintu tapi ditahan, dan yang di dalam kamar hanya memberikan KTP seorang perempuan. Namun ketika kami berhasil masuk, Richard ditemukan tengah bersembunyi di dalam kamar mandi,” kata dia lagi.
    Dia menegaskan, tindakan itu merupakan eksekusi atas putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1903K/Pid.Sus/2012 tanggal 25 Maret 2015 , dengan menahan Richard untuk dititipkan ke Rutan Way Hui, Lampung Selatan.
    Richard divonis tujuh bulan penjara dalam tindak pidana kepemilikan senjata api dan perbuatan tidak menyenangkan. Richard  terbukti melanggar pasal 1 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951.
    “Eksekusinya dilakukan oleh jaksa yang bersangkutan yakni JPU Batubara. Selanjutnya Richard akan melaksanakan putusan pidana yang bersangkutan,” katanya pula.
    Ia mengungkapkan, sebelum Richard menjadi buron, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan keluarganya.
    “Sesuai amanat undang-undang eksekusi harus dilaksanakan, agar selesai masa hukumannya. Ke depan kami imbau agar para DPO (daftar pencarian orang) segera melakukan penyerahan diri, sehingga kami tidak perlu melakukan penangkapan paksa,” kata Leonard pula.
    Richard tiba di Rutan Way Hui pukul 15.00 WIB dengan pengawalan ketat, dan sudah ditunggu oleh keluarganya di dalam rutan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com