• BNPB Alokasikan Rp1,8 Miliar Untuk NTB

    0

    Mataram, jurnalsumatra.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,8 miliar lebih kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk penanggulangan bencana pada 2016.
    Deputi Kedaruratan BNPB Tri Budiartono di Mataram, Senin, mengatakan dana sebesar itu dialokasikan untuk penanggulangan bencana, baik tanah longsor, banjir, maupun angin puting beliung di NTB.
    “Itu merupakan dana siap pakai yang diperuntukkan apabila terjadi bencana di daerah ini,” katanya seusai mengikuti apel siaga penanggulangan bencana NTB.
    Menurutnya, selain dukungan anggaran, pemerintah pusat melalui BNPB juga memberikan peralatan penanggulangan bencana bagi provinsi NTB. Termasuk, peralatan, logistik berupa makanan siap saji, dan perangkat lainnya.
    “Ini membuktikan keseriusan dan kesiapan kita ketika maupun sebelum terjadinya bencana,” ujarnya.
    Ia menambahkan, persoalan bencana tidak bisa dihindari. Tetapi, semua pihak baik itu masyarakat maupun pemerintah juga tidak boleh lari dari keadaan seperti itu.
    “Yang diperlukan semua itu adalah kesiapan, kemampuan dari seluruh instansi pemerintah, mulai dari BNPB, BPBD, TNI/Polri, pemerintah daerah, dan tentunya masyarakat,” ujarnya.
    Sementara itu, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi mengatakan upaya penanggulangan bencana untuk tahun ini, pemerintah provinsi sudah siap menghadapi jika memang terjadi.
    Sebab, dari 14 potensi bencana yang terdapat di Indonesia, 11 di antaranya terdapat di provinsi ini. Karenanya, jika tidak ditangani dengan baik, maka NTB dapat menjadi daerah rawan bencana.
    “Pemprov NTB telah melakukan antisipasi dengan melaksanakan berbagai upaya mitigasi dan adaptasi bencana, sehingga kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana dapat kita minimalkan dan masyarakat sudah memiliki kesiapsiagaan untuk menghadapi  bencana,” katanya.
    Kendati demikian, gubernur menyatakan kebencanaan tidak hanya menyangkut hal-hal yang harus dilakukan setelah terjadi bencana, namun merupakan kesadaran dan keyakinan bahwa semua bencana adalah takdir dari Allah SWT. Karena itu, penghayatan keagamaan harus ditingkatkan di daerah ini.
    “Mari, kita sebagai masyarakat NTB yang mengusung visi beriman, berbudaya, berdaya saing, dan sejahtera, tunjukkan nilai-nilai agama dan kebangsaan dalam mewarnai dan menjiwai kehidupan kita. Insya Allah dengan pengamalan nilai tersebut menjadikan upaya kita untuk selalu terlindungi dan diberkahi oleh Allah SWT,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com