• BI-IPEBI Serahkan Bantuan Korban Bencana Banjarnegara

    0

    Banjarnegara, jurnalsumatra.com- Bank Indonesia dan Ikatan Pegawai Bank Indonesia (Ipebi) menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pendukung untuk korban bencana tanah bergerak di Desa Duren, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
    Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Ipebi Onny Widjanarko kepada Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno di lahan relokasi Desa Duren, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara, Sabtu.
    Dalam hal ini, bantuan tersebut berupa pembangunan rumah pendidikan anak usia dini (PAUD) dan beronjong senilai Rp329 juta dari dana Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) serta sarana PAUD, pembangunan MCK (mandi, cuci, dan kakus) masjid, dan paving senilai Rp50 juta dari Ipebi.
    Saat ditemui wartawan usai penyerahan bantuan, Ketua Ipebi Onny Widjanarko mengaku bersyukur karena bisa melihat bagaimana warga bisa menerima dan memanfaatkan bantuan.
    “Memang, bantuannya tidak bisa menyelesaikan semua masalah tetapi paling tidak meringankan dan nanti kalau diberitakan, mudah-mudahan ada lagi niat-niat baik dari perusahaan, lembaga yang melanjutkan bantuannya,” kata dia didampingi Sekretaris Jenderal Ipebi Imam Subarkah dan Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Ramdan Denny Prakoso.
    Setelah melihat bantuan tersebut dimanfaatkan dengan baik, dia mengakui bahwa beronjong yang telah dipasang untuk menahan tanah di sekitar lahan relokasi itu masih kurang sedikit sehingga sangat bagus jika dapat dilanjutkan demi keamanan warga.
    Selain itu, kata dia, di sekitar lahan relokasi tersebut belum tersedia taman kanak-kanak meskipun telah ada PAUD dan sekolah dasar.
    Menurut dia, fasilitas-fasilitas tersebut perlu dipenuhi supaya warga lebih nyaman tinggal di lahan relokasi.
    Disinggung mengenai kemungkinan Ipebi kembali menyalurkan bantuan untuk warga di lahan relokasi Desa Duren, Onny mengatakan bahwa hal itu akan dibicarakan dalam rapat pengurus Ipebi.
    “Biasanya kalau melihat begini, terus manfaatnya dirasakan, hasilnya kelihatan, Insya Allah kita bantu lagi,” katanya.
    Terkait bantuan tersebut, Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno menyampaikan terima kasih atas kepedulian BI dan Ipebi yang telah memberi dukungan terhadap warga yang menjadi korban bencana di Banjarnegara khususnya Desa Duren.
    Menurut dia, korban bencana tanah bergerak di Desa Duren telah menjalani masa pemulihan berkat bantuan dari berbagai pihak termasuk peran media massa.
    “Peran media massa di Banjarnegara ini luar biasa, sehingga kami waktu itu sampai kewalahan menerima bantuan, bahkan sampai tersisa, enggak bisa dimanfaatkan karena ada proses teknis yang tidak bisa terselesaikan. Misalnya, kalau dijual harganya berapa, kalau enggak hati-hati bisa menimbulkan persoalan hukum sehingga akhirnya menjadi kedaluwarsa,” katanya.
    Lebih lanjut, Wabup mengatakan bahwa pengelolaan bantuan bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Duren dapat menjadi contoh karena menimbulkan “multiplier effects” yang luar biasa.
    Dalam hal ini, kata dia, warga membentuk kelompok kerja (pokja) untuk bekerja membangun beronjong bantuan dari BI tersebut.
    “Jadi, uang datang, mereka tidak duduk dan diam, tetapi bekerja membangun beronjong itu lalu dibayar. Di Duren sejak awal menerapkan seperti itu,” katanya.
    Menurut dia, kondisi tersebut sulit ditemukan di tempat lain yang juga menerima bantuan penanganan bencana.
    Bahkan, kata dia, ada korban penerima bantuan penanganan bencana di satu tempat yang sama sekali tidak menengok rumah yang sedang dibangun di lahan relokasi.
    “Menengok saja tidak, apalagi membantu. Setelah saya ‘oprak-oprak’ (dorong), baru ada satu-dua orang yang menengok,” kata Hadi tanpa menyebutkan nama daerah bencana tersebut.
    Oleh karena

    itu, kata dia, penanganan pascabencana dan relokasi di Desa Duren dapat menjadi model bagi daerah lainnya.
    Di lahan relokasi Desa Duren telah dibangun rumah-rumah permanen tipe 36 yang dihuni oleh 21 keluarga yang terdiri atas 116 jiwa.
    Mereka merupakan korban bencana tanah bergerak yang terjadi pada tanggal 19 Desember 2014 atau selang beberapa hari setelah bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, yang terjadi pada 12 Desember 2014.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com