• BERANDA – Dinsos Papua Latih Ketrampilan Remaja Mesjid-Gereja

    0

    Sentani, jurnalsumatra.com – Dinas Sosial dan Pemukiman Provinsi Papua, merekrut remaja mesjid dan remaja gereja khususnya anak putus sekolah dan wanita tuna susila untuk dibekali dan dilatih keterampilan komputer dan menjahit serta tata boga secara berkelanjutan tiap tahun.
    “Kalau kursus komputer biasanya kita terima dari remaja mesjid dan remaja gereja, jadi kita beri surat ke gereja-gereja dan mesjid agar mereka mengirim pesertanya ke sini untuk mengikuti pelatihan komputer,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Panti Bina dari Sosial Dinas Sosial dan Pemukiman Provinsi Papua Yosep Kallem, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis.
    Pembinaan sekaligus pelatihan itu, kata Yosep, diberikan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah. UPTD dari Dinas Sosial dan Pemukiman Papua membawahi tiga seksi yakni seksi bina remaja anak, bina lanjut usia (lansia), dan seksi bina karya wanita yang beralamat di dok delapan atas Jayapura.
    Dia mengatakan, perekrutan remaja mesjid dan gereja itu dilakukan oleh seksi bina remaja, kemudian untuk seksi bina karya wanita yang beralamat di Dok VIII Atas, Kota Jayapura, merekrut wanita rawan sosial.
    “Kalau orang sosial bilang wanita tuna susila, boleh dibilang wanita pekerja seks komersil atau mungkin perempuan-perempuan yang ditinggalkan suami yang hidup dalam masalah ini yang kita rekrut mereka,” ujarnya.
    Lebih lanjut dia mengatakan, jangka waktu pelatihan untuk wanita tuna susila dan kursus komputer selama tiga bulan, dan itu dilakukan setiap tahun.
    “Tahap pertama kita beri bimbingan sosial, bimbingan rohani, narkoba jadi pengetahuan-pengetahuan itu kita kasih, pengetahuan tentang HIV/AIDS, wawasan kebangsaan, materi-materi itu dikasih, setelah itu baru masuk dengan keterampilan,” katanya.
    Yosep menjelaskan, keterampilan yang diberikan untuk wanita tuna susila ini yakni menjahit dan tata boga, untuk jurusan menjahit sebanyak 20 orang, jurusan tata boga sebanyak 20 orang ditambah dengan jurusan kursus komputer 25 orang.
    “Jadi untuk dua jurusan yakni tata boga dan menjahit ini sistimnya menginap atau diasramakan selama tiga bulan kita tanggung mereka, sampai tiga bulan selesai kita kasih paket sesuai jurusan,” ujarnya.
    Menurut dia, yang menjahit diberi satu paket peralatan yakni  mesin jahit dengan sejumlah bahan-bahan pendukungnya lainnya seperti kain.
    “Jadi satu unit mesin jahit, satu unit obras ditambah dengan kain kita beri untuk jurusan menjahit, kemudian yang jurusan tata boga diberi kelengkapan cara membuat kue berupa oven, mixer dan lain-lainnya,” ujarnya.
    Ia menambahkan, pemberian peralatan itu dimaksudkan agar setelah mengikuti kegiatan di panti dan dibekali dengan berbagai materi dan keterampilan maka diharapkan kembali ke masyarakat dapat mempraktekannya.
    “Jadi dua jurusan ini sama karena hanya namanya yang berbebda yakni jurusan bina remaja jadi kita bina khusus pemuda tetapi bina karya wanita khusus wanita,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com