• BC Bentuk “Customs Narcotics Team” Cegah Narkotika

    0

    Pontianak, jurnalsumatra.com – Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Kalimantan Barat, telah membentuk “Customs Narcotics Team” dalam mencegah masuknya berbagai jenis narkotika dari jaringan internasional, seperti melalui PPLB Entikong, di Kabupaten Sanggau maupun Bandara Supadio Pontianak.
    “Tugas dan fungsi ‘Customs Narcotics Team’ adalah melakukan operasi pengawasan dan operasi penindakan terhadap upaya-upaya penyelundupan berbagai jenis narkotika dan barang haram lainnya melalui PPLB Entikong dan Bandara Supadio,” kata Kepala Kanwil DJBC Kalbar, Nirwala Dwi Heryanto di Pontianak, Kamis.
    Ia menjelaskan, setelah dibentuknya CNT tersebut, hasilnya memang cukup baik dalam mencegah masuknya upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional ke Kalbar dan Indonesia umumnya.
    “Selain itu, kami dalam mencegah masuknya berbagai narkotika, juga meningkatkan koordinasi dengan Polda dan BNN Provinsi Kalbar untuk mendukung program pemerintah dalam mencegah maraknya peredaran berbagai jenis narkotika di wilayah Kalbar, Indonesia umumnya,” ungkap Nirwala.
    Dalam kesempatan itu, Nirwala menyatakan, hubungan kerja sama antara DJBC dengan otoritas Malaysia dalam mencegah masuknya narkotika juga sangat erat.
    “Kami selalu berkoordinasi, termasuk ke pihak terkait pemberantasan narkoba di Malaysia. Narkoba adalah teroris bagi kita semua sehingga harus diperangi,” katanya.
    Sebelumnya, Jumat (15/1) sekitar pukul 14.00 WIB, Bea Cukai Entikong, Kabupaten Sanggau, menggagalkan upaya penyelundupan sebanyak 11,2 kilogram sabu-sabu dari Malaysia, yang dibawa dengan cara dimasukkan dalam CPU komputer dan speaker, dari kedua tangan tersangka, yakni berinisial HG (warga negara Indonesia), dan OBS (warga negara Malaysia, yang dibawa menggunakan mobil Innova dengan Nopol KB 1066 HR.
    Modus kedua tersangka untuk memasukan barang haram tersebut, yakni dengan memasukan sabu-sabu dengan cara dibungkus aluminium foil, lalu dimasukkan ke dalam barang elektronik yakni CPU komputer dan speaker dan termasuk dalam dongkrak mobil tersebut.
    “Sabu-sabu tersebut dimasukkan dalam 12 bungkus yang kemudian dilapisi aluminium foil untuk mengelabui petugas di PPLB (Pos Pemeriksaan Lintas Batas) Entikong,” kata Nirwala.
    Kedua tersangka diancam pasal 102 huruf e UU No. 17/2006 tentang Perubahan UU No. 10/1995 tentang Kepabeanan, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar. Serta pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), dan pasal 115 ayat (2) UU No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berupa pidana mati, pidana seumur hidup, atau paling singkat lima tahun, dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda maksimal Rp10 miliar, ditambah sepertiga.
    “Selanjutnya tersangka dan barang bukti kami serahkan kepada BNN Provinsi Kalbar, selaku penyidik tindak pidana bidang narkotika guna pengembangan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Nirwala.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com