• Bantuan Kube Aceh Barat Diduga Tidak Sesuai

    0

    Meulaboh, Aceh, jurnalsumatra.com – Kaum perempuan penerima bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh menolak menerima pengadaan barang dari uang bantuan modal usaha karena tidak sesuai dengan spesfikasi harga.
    Ketua Kelompok Barona Jaya, Rahmawati di Meulaboh, Sabtu mengatakan bahwa pemerintah daerah setempat tidak transparan dalam realisasi bantuan KUBE karena tidak mencatumkan harga satuan barang yang dibeli saat disalurkan.
    “Apa yang diberikan tidak sesuai dengan permintaan kami, jumlah itemnya tidak cukup dan spesifikasi barangnyapun tidak sesuai dengan yang kami ajukan. Untuk satu pelaminan itu cukup sekitar Rp10 juta, tapi ini banyak yang tidak cukup dan tidak sesuai,” tegasnya.
    Sebagai ketua kelompok Bu Wati mengaku menolak menerima barang yang sudah dibelikan serta tidak bersedia menandatangani berkas berita acara serah terima karena tidak diterakan besaran anggaran untuk pengadaan untuk kelompok mereka.
    Karena apabila dirinya menghitung-hitung anggaran untuk pembelian barang usaha rias pengantin dan pelaminan kelompok mereka hanya berkisar Rp2,8 juta sementara pengadaan yang diajukan senilai Rp9,9 juta.
    Sementara itu Kepala Bidang Sosial pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnaketrans) Aceh Barat Jhon Aswir membantah atas tudingan ketidak sesuain barang yang diberikan untuk kelompok usaha kerajinan kasab tersebut.
    “Memang ada dua kelompok yang komplin, tapi yang kita berikan itu itemnya cukup, hanya saja pada spesfikasi harga mungkin, tapi persoalan ini akan kita klarifikasi soal harga dan spesifikasinya,” tegasnya.
    Jhon Aswir menjelaskan, kedua kelompok tersebut belum mengambil barang yang sudah dibelikan oleh pihak pengadaan, lantaran akan dilakukan cross cek ulang harga satuan mata barang untuk mengetahui harga sebenarnya agar tidak salah paham.
    Menurut dia, saat pembagian tersebut orang yang menyediakan barang tidak hadir sehingga sulit untuk menjelaskan penyebab apabila memang benar terjadi ketidak sesuaian harga pada pengadaan barang-barang kerajinan tangan perempuan itu.
    Kata dia, dari hari pertama penyaluran sudah 13 kelompok perempuan menerima dan tidak ada yang mempermasalahkan, terutama untuk bantuan ternak sudah disalurkan sesuai jumlah dan besaran yang diperuntukan kepada masing-masing kelompok.
    “Karena itu nanti barang-barang untuk dua kelompok ini bisa diambil hari Senin (11/1), kalau untuk yang lain tidak ada masalah, mungkin karena untuk kedua kelompok ini pengambilan terakhir jadi mungkin saja ada yang kurang,” katanya menambahkan.
    Menurut dia, tidak ada unsur kesengajaan dalam hal tersebut apabilapun memang benar ada terjadi ketidak sesuaian, namun yang pastinya tidak ada unsur manipulasi ataupun mark-up harga dari uang bantuan untuk KUBE.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com