• Banjir Setinggi Pinggang Pemkab Lahat Bingung

    0
    Awal Air Setinggi Pinggang Orang Dewasa..Di Jl Gotong Royong, Kecamatan Lahat..Di Jl Gotong Royong.

    Awal Air Setinggi Pinggang Orang Dewasa..Di Jl Gotong Royong, Kecamatan Lahat..Di Jl Gotong Royong.

    Lahat, jurnalsumatra.com – Dihajar tiga malam berturut-turur, dibeberapa titik tempat penduduk dalam Kecamatan Kora Lahat, digenangi air setinggi pinggang sampai lutut orang dewasa.

    Seperti yang terjadi di Jl Gotong Royong, belakang Lapangan Gelora Serame, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Kota Lahat. Air menggenangi rumah-rumah penduduk Rt/Rw 02/06, mulai dari lutut hingga pinggang orang dewasa bencana dadakan ini membuat Pemkab Lahat bingung.

    “Air mulai menggenangi rumah penduduk saat hujam memasuki malam ketiga. Sehingga, banyak harta benda warga tidak sempat diselamatkan. Seperti kasur dan barang-barang lainnya basah, lantaran air naik setinggi, pinggang orang dewasa,” ujar Salman Alfarizi (38) warga setempat yang berhasil dibincangi jurnalsumatra.com.

    Ia menjelaskan, puncak air mulai naik sejak pukul 06-08 WIB pagi. Menyebabkan, banyak rumah penduduk yang saat ini masih digenai oleh air, setinggi lutut orang dewasa. Penyebabnya, banyak banyak warga yang tidak sadar dan membuang sampah, dan timbah lagi Drinase yang jelek.

    “Banyak faktor penyebab dari bencana banjir ini. Mulai dari warga yang membuang sampah disiring, dan ditambah lagi drinase yang tidak lancar, akibat saat musim kemarau warga membuang sampai disiring tersebut,” tambah Salman Alfarizi.

    Sementara itu, Ketua Rt/Rw 02/06 Drs Suhardi mengatakan, bencana banjir seperti ini, sudah terjadi setiap tahunnya. Dikarenakan masih banyak warga serta penduduk sekitar membuang sampah disiring tersebut. “Akibatnya, saat musim hujan turun begini jadinya, banjir selalu menghantui warga kita,” ujar Suhardi pada jurnalsumatra.com .

    Dikatakannya, puncak air mulai naik sejak pukul 07-08 WIB, sehingga banyak harta benda warga tidak bisa diselamatkan. Karena, ada sebagian warga masih terpulas tidur saat pagi itu.

    “Mulai dari kasur, sampai dengan perabotan rumah tangga warga banyak yang basah, dan tidak bisa diselamatkan lagi ketika curah hujan yang turun saat itu,” pungkasnya. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com