• Bandit Buah Pinang Merajalela Di Bengkalis

    0

         Bengkalis, jurnalsumatra.com – Kenaikan harga buah pinang memicu maraknya pencurian komoditas itu di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
    “Banyak warga yang kehilangan buah pinang, bukan saya saja yang kehilangan, warga sebelah laut disana juga kemarin dikabarkan kehilangan buah pinang yang diletakkan dipondok penjemuran,” kata pengepul piang, Zul Karnain, di Bengkalis, Rabu.
    Ia mengatakan pencurian pinang kini marak di Desa Ketam Putih dan Desa Pematang Duku Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Zul Karnain adalah salah satu korban karena 20 kilogram pinang yang telah dibelinya dari petani hilang dicuri.
    Menurut dia, pencurian komoditas itu karena dipicu oleh harga pinang yang kini sedang tinggi karena mencapai Rp20 ribu per kilogram (Kg). Ia menduga hal itu yang membuat ada orang tertentu mengambil jalan pintas dengan cara mencuri.
    Sementara itu, Zuziah, warga di daerah yang sama juga mengalami hal serupa, karena kehilangan buah pinang yang telah kering dijemur. Nasib nahas Zuziah karena awalnya ia sudah membayangkan keuntungan dari buah pinangnya yang sudah siap untuk dijual.
    “Karena terlupa mengangkat pinang dari pondok tempat penjemuran akhirnya buah pinang hilang. Meskipun tidak banyak hanya sekitar lima kilogram, tapi membuat saya kesal juga,” katanya.
    Zuziah mengatakan, para bandit pinang bukan hanya menggasak buah yang sudah panen dan dijual, melainkan juga berani menggondol pinang masak yang masih di atas pohon.
    “Kemarin juga heboh pinang Pak Ibrahim hilang di pohon, pinangnya yang masak habis disabit. Kemungkinan pelakunya tidak sendiri melakukan aksi pencurian,” katanya.
    Ia berharap agar pihak kepolisian segera menangkap para bandit pinang yang sudah meresahkan dan merugikan para petani setempat.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com