• Aset Wisata dan Budaya di OKI Terbengkalai

    0

    aset wisata BUKIT BATU di kec pangakalan lampam oKi yang tidak perhatikan pemkab okiKAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com – Keanekaragaman budaya dan wisata di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) belum sepenuhnya dikenal oleh masyarakat luar.

    Hal ini dikarenakan aset budaya dan wisata tersebut kurang dilestarikan oleh instansi dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) OKI. Setiap tahunnya tidak ada upaya
    pelestarian budaya maupun program pengembangan aset wisata.

    Contoh kecil, penemuan harta karun berupa perhiasan emas yang
    diperkirakan peninggalan zaman pra sejarah di Desa Sungai Jeruju,
    Kecamatan Cengal OKI baru-baru ini, belum ada tindaklanjut dari dinas terkait.

    Bahkan untuk dikonfirmasi saja, Kepala Disbudpar OKI, Novi Herlambang, sangat sulit sehingga tidak tahu upaya apa yang akan dilakukan instansi tersebut untuk pelestarian aset bersejarah
    tersebut.

    Sementara untuk aset wisata, Danau Teluk Gelam OKI hingga kini
    masih belum beroperasi pasca ditinggal PT El Jhon selaku pihak ketiga yang memegang MoU dengan pihak Pemkab OKI. Begitu juga dengan objekwisata Bukit Batu di Kecamatan Pangkalan Lampam, yang kini rusak akibat ulah perusahaan yang merusak aset wisata bersejarah tersebut dengan mengambil bebatuan yang merupakan ciri khas objek wisata Bukit Batu.

    Kardikun, warga Teluk Gelam mengaku kecewa atas terbengkalainya objek wisata Danau Teluk Gelam. “Apa yang kami lihat serta kami rasakan tentang Danau Teluk Gelam, kondisinya sangat mengecewakan kami. Dulu kami senang Teluk Gelam menjadi tuan rumah Jamnas Pramuka.

    Tapi setelah itu, tidak ada yang bisa kami banggakan lagi,” ucap
    Kardikun.

    Dirinya berharap agar pemerintah dapat memperhatikan aset daerah berupa objek wisata dan budaya yang pernah dibanggakan oleh masyarakat
    OKI.

    “Kalau dulu bukan hanya masyarakat OKI, di luar OKI seperti propinsi juga merasa memiliki Danau Teluk Gelam, ketika kla itu Presiden SBY memijakan kakinya saat event Jamnas Pramuka. Kami harap
    ada upaya dins terkait untuk mengelola dan mengembangkan aset wisata yang ada di OKI,” tandasnya.

    Anggota DPRD OKI, H Subhan Ismail meminta agar ada
    langkah jelas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam mengembangkan
    potensi objek wisata yang ada di Bumi Bende Seguguk. “Saya lihat yang menjadi program Disbudpar setiap tahun hanya BGBS (Pemilihan Bujang Gadis Bende Seguguk) dan OKI Expo yang menghabiskan dana ratusan juta.

    Sementara masih banyak objek wisata yang belum tersentuh pengembangan, objek yang dominan saja seperti Teluk Gelam tidak mampu berjalan dengan baik,” cetusnya.

    Dalam kasus ini, seharusnya pemerintah dalam hal ini Disbudpar harus proaktif, mengambil langkah strategis untuk merawat dan melestarikan aset wisata tersebut.” Ini sebenarnya tugasnya dinas pariwisata, kalau kepala dinasnya proaktif,pasti tidak ada set wisata yang terbengkalai, harusnya ada program yang jelas dari dinas terkait untuk merawat aset tersebut,” tegasnya.

    Senada diungkapkan Pemuda Pemerhati Pembangunan OKI, Welly
    Tegalega SH.

    Menurutnya, setiap tahunnya harus ada satu objek wisata yang menjadi garapan Dinas Pariwisata untuk dikembangkan. “Objek wisata yang ada di OKI ini banyak, tapi sayang kurang sentuhan. Ini seharusnya bisa mendatangkan pendapatan daerah kalau banyak wisatawan yang berkunjung, tapi ini tidak ada upaya sama sekali,” keluh Welly.

    Kepala Disbudpar OKI, Novi Herlambang hingga berita ini
    diturunkan belum berhasil dikonfirmasi karena saat dihubungi melalui telepon selulernya di nomor 08127430xxxx dalam keadaan tidak aktif. (RICO)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com