• Arjoni Menangkan Sengketa Lahan

    0

    KAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com – Setelah menunggu selama 12 tahun, Arjoni, warga Desa Tebing Suluh Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), akhirnya memenangkan gugatan atas sengketa lahan, yang sebelumnya juga diklaim oleh Muhadi, warga setempat. Putusan gugatan atas perkara bernomor : 15/PTDG/2000/PN Kayuagung tersebut ditindaklanjuti Panitera PN Kayuagung dengan melakukan eksekusi.

    Menurut informasi di lapangan, eksekusi lahan seluas 2 hektar yang dijadikan perkebunan karet serta kolam ikan ini dilakukan, Kamis (14/1/2015), sejak pukul 10.00, dengan mengerahkan 1 unit ekscavator. Proses eksekusi yang dilakukan PN Kayuagung berjalan lancar karena puluhan personil Polsek Lempuing dan Polres OKI diterjunkan untuk berjaga-jaga.

    Panitera PN Kayuagung, Abu Bakri SH mengatakan, perkara sengketa kepemilikan lahan antara Arjoni selaku pemohon dan Muhadi sebagai termohon, masuk ke PN Kayuagung sejak pertengahan 2015 lalu. “Setelah proses persidangan berjalan, akhirnya majelis hakim memutuskan pemohon Arjoni selaku pemilik lahan yang sah. Menindaklanjuti putusan tersebut, kami akhirnya melakukan eksekusi di lapangan,” kata Abu Bakri.

    Dikatakannya, proses eksukusi berjalan lancar dengan pengamanan dari Polsek dan Polres OKI. “Sejak turunnya surat keputusan atas sengketa ini, antara pemohon dan termohon memang sudah berdamai, sehingga jalannya eksekusi aman dan lancar. Keduanya juga sepakat untuk tidak merobohkan bangunan rumah semi permanen milik Muhadi dan kita juga menghargai kesepakatan tersebut,” terangnya.

    Sementara itu, Kapolres OKI, AKBP M Zulkarnain SIk melalui Kabag Ops, Kompol I Ketut Suarnaya dan Kasat Samapta AKP Nofrizal SIk, Kapolsek Lempuing AKP Robinson mengaku, pihaknya diminta oleh PN Kayuagung untuk pengamanan jalannya eksekusi.

    “Alhamdulillah eksekusi berjalan lancar. Antara pemohon dan termohon juga ikut menyaksikan proses eksekusi. Kami berharap keputusan PN Kayuagung tidak membuat keduanya berselisih,” harap Kompol Ketut.

    Arjoni selaku pemohon mengaku bersyukur atas putusan dari majelis hakim dengan memutuskan siapa pemilik lahan yang sah. “Memang permasalahan lahan ini sudah sejak tahun 2002 lalu. Awalnya, ada oknum warga yang menjual lahan seluas 2 ha tersebut dan akhirnya dibeli oleh Muhadi. Karena adanya saling klaim, sehingga saya melayangkan gugatan ke PN Kayuagung,” tutur Arjoni seraya berucap dirinya bersama Muhadi saat ini sudah berdamai. (RICO)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com