• 9 Maret Ampera akan ditutup

    0

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Peristiwa alam yakni Gerhana Matahari Total yang akan terjadi 9 Maret mendatang, pihak Pemprov Sumsel akan berencana menutup jembatan ampera selama kurang lebih dua jam.

    Fenomena langka yang terjadi ratusan tahun sekali akan terjadi di Provinsi Sumatera Selatan, yakni Gerhana Matahari total pada 9 Maret 2015 mendatang.

    Kesempatan langka ini tidak disia-siakan Pemprov Sumsel untuk menarik wisatawan lebih banyak lagi. Bahkan, adanya fenomena langka tersebut Jembatan Ampera akan ditutup selama 2 jam.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sumsel, Irene Camelyn Sinaga mengatakan, event menyaksikan gerhana matahari total dari atas Jembatan Ampera merupakan salah satu dari sekian banyak event yang akan diselenggarakan pada 2016.

    “Pada 2016 ada event yang terdekat dan harus dilaksanakan gerhana matahari total pada 9 Maret. (Gerhana Matarahari) total ini adalah fenomena alam yang langka. Seratus tahun lagi akan terjadi kembali. Luar biasanya, Pak Gubernur sudah menyetujui untuk menutup Jembatan Ampera,” tegasnya saat ditemui jurnalsumatra.com di Griya Agung, Selasa (12/1).

    Dia menambahkan, selama penutupan Jembatan Ampera yang berkisar 2 jam, akan digunakan untuk breakfest atau sarapan pagi diatas jembatan.

    “Jadi, Ampera pada saat 9 Maret itu akan ditutup selama beberapa jam, dan akan dipakai untuk breakfest di Ampera,” ujarnya.  Irene Camelyn Sinaga mengatakan untuk menyambut peristiwa alam ini pihaknya terus mengenjot untuk dapat menarik wisatawan datang.

    ” Kita sedang tentukan titik dimana tempat yang tepat untuk menyaksikan fenomena alam ini diantaranya yakni ampera yang akan kita tutup saat peristiwa Gerhana Matahari Total ini,” ujarnya usai melakukan FGD di Griya Agung, Kenarin.

    Dinas Pariwisata Sumatera Selatan sudah mempersiapkan rencana khusus untuk menarik wisatawan sebanyak-banyaknya pada peristiwa Gerhana Matahari Total pada 9 Maret nanti,fenomena langka ini salah satu modal untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan berkunjung ke kota Pendek. Karena fenomena gerhana matahari total itu punya ciri khas yang tak bisa ditiru oleh kejadian lain sehingga memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri.

    “Pada peristiwa fenomena gerhana matahari, akan diadakan event, yang pertama kami akan membuat pementasan mitos rakyat, ada naga yang memakan matahari akan dilaksanakan pada hari H setelah terjadinya gerhana matahari,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Irene Camelyn Sinaga di kediaman resmi Gubernur Sumsel, Griya Agung,Kemarin.

    Irene berharap, saat event tersebut tamu yang datang pada fenomena alam yang hanya terjadi ratusan tahun sekali, bisa mencapai ribuan wisatawan bahkan lebih.

    “Palembang adalah satu dari sembilan provinsi, kebetulan kita sudah merampungkan promosi, akan melakukan roadshow ke Bali dan Batam, media-media tv dan media online,” jelasnya.

    Demi memperlancar even itu, beberapa tempat akan ditinjau sebagai tempat yang representative dan pas untuk bisa menjadi lokasi melihat dan mengamati fenomena alam tersebut. Lokasi yang dipilih seperti area balkon Aryaduta, Pulau Kemarau, gedung atas kantor Walikota dan bahkan Jempatan Ampera akan ditutup selama dua jam sebelum peristiwa terjadi, dimulai pukul jam 07.30 WIB.

    “Kemudian saat berlangsungnya gerhana akan ada breakfast di atas Ampera dan disiapkan kacamata yang disiapkan oleh Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan),” tutupnya.

    Namun, diakuinya banyak tempat lain yang akan dijadikan tempat seperti gedung hotel Aryaduta. menyambut peristiwa alam ini pihaknya terus mengenjot untuk dapat menarik wisatawan datang.(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com