• 419 Korban Banjir Di Mataram Sudah Tertangani

    0

         Mataram, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan sebanyak 419 kepala keluarga yang menjadi korban banjir pada Sabtu (16/1) sudah tertangani melalui bantuan pengurangan risiko.
    “Para korban banjir yang tersebar di tiga kecamatan itu sudah tertangani dengan pemberian program bantuan pengurangan risiko,” kata Kepala Badan Pelaksana BPBD Kota Mataram H Supardi di Mataram, Senin.
    Bantuan pengurangan risiko yang dimaksud antara lain pemberian bantuan sembilan bahan pokok berupa beras, mi instan dan lauk pauk, pemasangan talud sementara dengan menggunakan karung berisi pasir, serta bantuan kebutuhan rumah tangga bekerja sama dengan BPBD Provinsi NTB.
    “Alhamdulillah, saat ini para korban banjir sudah dapat melaksanakan aktivitas mereka seperti biasa,” katanya.
    Menurut dia, sebanyak 419 kepala keluaga (KK) itu sebelumnya sempat diungsikan karena hujan lebat yang terjadi pada Sabtu (16/1) siang itu menyebabkan Sungai Unus dan Ancar meluap ke rumah penduduk.
    Akibatnya, tiga kelurahan di tiga kecamatan terendam air dengan rician sebanyak 72 KK di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, 14 KK di Kelurahan Bebidas, Kecamatan Mataram dan 333 KK di Kelurahan Tanjung Karang dan Batu Ringgit, Kecamatan Sekabela.
    Mantan Kepala Dinas Tata Kota Mataram ini menyebutkan, penyebab terjadinya banjir pada Sabtu (16/1) antara lain akibat meluapnya Sungai Ancar dan Unus yang disebabkan sampah kiriman, sementara penampang sungai dan saluran irigasi lebih kecil dari volume air dan sampah kiriman.
    Dikatakan Supardi, banjir yang terjadi akhir pekan lalu merupakan awal bencana yang perlu terus diwaspadai, mengingat puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Februari-Maret 2016.
    “Untuk itu warga masyarakat harus terus waspada terhadap berbagai bencana yang akan muncul pada puncak musim hujan nanti,” katanya.
    Sementara sebagai langkah antisipasi, sekitar 50 orang tim reaksi cepat (TRC) di BPBD Kota Mataram terus bersiaga dan melakukan pemantauan pada sejumlah titik rawan bencana.
    Titik rawan bencana pada musim hujan ini antara lain wilayah di sepanjang Sungai Unus dan Ancar, serta di sepanjang sembilan kilometer pantai Kota Mataram.
    “Di musim hujan, abrasi pantai juga harus diwaspadai agar warga yang bermukim di pinggir pantai bisa tinggal dengan nyaman tanpa khawatir terkena abrasi,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com